06.01.202104:47 Forex Analysis & Reviews: Ulasan dari pasangan EUR/USD. 6 Januari. Trump kembali

Rangka waktu 4 jam

Exchange Rates 06.01.2021 analysis

Rincian teknikal:

Saluran regresi linear yang lebih tinggi: arah - naik.

Saluran regresi linear lebih rendah: arah - naik.

Rata-rata pergerakan (20; diperhalus) - naik.

CCI: 109.9299

Pasangan mata uang EUR/USD diperdagangkam sangat tenang di hari Selasa, 5 Januari. Meskipun kuotasi pasangan terus berada di dekat lokal, dan pada waktu yang sama level tinggi 2,5 tahun, peserta pasar menunjukkan ketenangan yang mengesankan. Kuotasi memulai mencoba koreksi turun dua kali, dan pasangan kembali naik dua kali, bahkan tidak benar-benar mengatasi garis rata-rata pergerakan. Dengan demikian, pada saat ini, kita bisa membuat kesimpulan yang nyata mengenai kelanjutan tren naik. Bahkan jika harga ditetapkan dibawah rata-rata pergerakan, hal ini tidak berarti perubahan dalam tren, karena dalam beberapa pekan terkini harga telah berulang kali mengatasi rata-rata pergerakan, dimana pergerakan naik masing-masing telah berlanjut. Dengan demikian, gambaran teknikal saat ini berbicara dalam mendukung pergerakan naik.

Peristiwa fundamental pada hari pertama di tahun baru sangat sedikit. Kemungkinan seluruh perhatian pada pasar saat ini kembali beralih pada Amerika Serikat, serta Donald Trump. Meskipun tidak ada keraguan bahwa Joe Biden secara resmi akan menjadi presiden 20 Januari, Trump terus mencari perhatian dengan pernyataan dan tindakan. Contohnya, Trump ingin mempertimbangkan ulang hasil voting di Georgia, dimana ia kalah dengan angka tipis. Dan kembali "memunculkan" percakapan telepon antara Trump dan otoritas negara, di mana Trump meminta untuk mencarikannya jumlah suara yang hilang. Diduga, rekaman percakapan presiden AS tersebut dimuat di The Washington Post. Diduga, Trump melakukan percakapan dengan Menteri Luar Negeri Georgia Brad Raffensperger. Tekanan Trump terhadap Menteri Luar Negeri terdengar dalam percakapan tersebut. Trump menawarkan untuk menghitung kembali suara dan menemukan 11.780 suara yang hilang, karena "dia memenangkan negara bagian". Trump mengatakan bahwa rakyat Georgia marah, dan kekalahannya di negara bagian itu mustahil. Selain itu, Presiden AS (mungkin) mengatakan bahwa ini adalah pelanggaran pidana dan risiko besar bagi Menteri Luar Negeri dan pengacaranya. Khususnya, Trump sendiri men-tweet bahwa dia melakukan percakapan dengan Raffensperger tentang penipuan pemilu di Georgia. Menurut Trump, Menteri Luar Negeri gagal menjawab pertanyaannya tentang "pemilihan umum di bawah meja", penghancuran surat suara, pemilih yang "mati". Raffensperger sendiri menyebut tuduhan Trump kosong dan salah. Gedung Putih tidak mengomentari rekaman percakapan tersebut. Namun, dengan kemungkinan besar, orang yang melakukan percakapan di rekaman itu adalah Donald Trump. Ingatlah bahwa tahun lalu, Donald sudah terjebak dalam upaya serupa untuk memberikan tekanan. Namun, kemudian tentang Presiden Ukraina Zelensky, dan Trump tidak menyangkal adanya percakapan dan isinya. Demokrat hanya percaya bahwa Trump memeras presiden Ukraina dengan bantuan militer untuk memulai penyelidikan terhadap aktivitas Joe Biden di Ukraina. Jadi memberi tekanan pada Sekretaris Negara Georgia adalah gaya Trump. Namun, kecil kemungkinannya akan ada bukti apa pun, dan kecil kemungkinannya bahwa persidangan akan dimulai terkait masalah ini. Seperti yang telah kami katakan, hanya sedikit orang di Amerika Serikat yang percaya bahwa Trump akan dapat mengubah hasil pemilu dengan keajaiban. Dengan demikian, hampir tidak ada satupun dari Partai Demokrat yang khawatir Joe Biden akan menjadi Presiden Amerika Serikat pada 20 Januari.

Fundamental events in the first days of the new year were frankly few. Perhaps all the attention of the markets is now again shifted to the States, as well as Donald Trump. Even though no one doubts that Joe Biden will officially become president on January 20, Trump continues to attract attention with his statements and actions. For example, Trump wants to reconsider the results of the vote in Georgia, where he lost by a narrow margin. And again "surfaced" a telephone conversation between Trump and the state authorities, in which the former demanded to find him the missing number of votes. Allegedly, a recording of the conversation by the US president was published in The Washington Post. Presumably, Trump had a conversation with Georgia Secretary of State Brad Raffensperger. Trump's pressure on the Secretary of State is audible in the conversation. Trump offered to recount the votes and find 11,780 missing votes, since "he won the state". Trump said that the people of Georgia are angry, and his defeat in the state is impossible. Also, the US president (presumably) said that this is a criminal offense and it is a big risk for the Secretary of State and his lawyer. Notably, Trump himself tweeted that he had a conversation with Raffensperger about election fraud in Georgia. According to Trump, the Secretary of State failed to answer his questions regarding "elections under the table", the destruction of ballots, "dead" voters. Raffensperger himself called Trump's accusations empty and false. The White House did not comment on the recording of the conversation. However, with a high degree of probability, the person who conducts the conversation on the tape is Donald Trump. Recall that last year, Donald was already caught in a similar attempt to exert pressure. However, then it was about the Ukrainian President Zelensky, and Trump did not deny the existence of the conversation and its content. Democrats simply believed that Trump was blackmailing the Ukrainian president with military aid to initiate an investigation into Joe Biden's activities in Ukraine. So putting pressure on the Georgia Secretary of State is Trump – style. However, it is unlikely that there will be any evidence, and it is unlikely that a trial will be initiated on this matter. As we have already said, few people in the United States believe that Trump will be able to turn the election results around by some miracle. Thus, almost none of the Democrats are worried that Joe Biden will become President of the United States on January 20.

Banyak pejabat tinggi di Amerika Serikat menentang Trump dan sebelumnya telah berbicara. Sederhananya, Trump saat ini tidak memiliki level dukungan untuk mencoba mengubah hasil pemilu. Seluruh pengadilan menolak klaim timnya, Presiden AS tersebut tidak menunjukkan berbagai bukti dari kebenarannya. Oleh karena itu, saat ini sangat sulit baginya untuk menarik orang lain ke pihaknya. Selain itu, banyak yang secara terbuka berbicara menentang Trump. Contohnya, 10 mantan menteri pertahanan AS mengeluarkan pernyataan yang meminta Pentagon untuk tidak ikut campur dalam politik, dengan jelas mengisyaratkan kemungkinkan instruksi dari Trump untuk ikut campir dalam proses pemindahan kekuasaan kepada Joe Biden. Pernyataan mengatakan bahwa pemilu telah dilakukan dan sepenuhnya disahkan, semua pemeriksaan yang diperlukan yang diminta presiden telah diselesaikan, berulang kali terbukti tidak ada kecurangan dalam pemilu, dan semua kesalahan dalam penghitungan suara diidentifikasi dan diperbaiki. Oleh karena itu, para mantan ketua Pentagon ini yakin bahwa telah tiba waktunya pengumuman resmi hasil pemilihan oleh perguruan tinggi pemilihan. Setelah itu, Majelis Rendah Kongres dan Senat harus secara resmi menyetujui presiden baru negara tersebut. Mantan menteri juga memperingatkan bahwa siapa pun yang memberikan perintah ilegal atau mengeksekusinya akan menghadapi tanggung jawab pidana. Mereka meminta Kementerian Pertahanan untuk menahan diri dari "tindakan politik" apa pun.

Oleh karena itu, kita akan menyaksikan peristiwa menarik di Amerika dalam beberapa minggu mendatang. Tidak diragukan lagi bahwa pada masa ini, Trump akan tetap menjadi figur nomor satu di ruang media. Telah terdapat informasi bahwa pada 6 Januari, saat lembaga pemilihan harus secara resmi mempublikasikan hasil pemungutan suara, demonstrasi protes akan diadakan di Washington. Lebih dari 100 anggota Kongres Partai Republik bermaksud untuk memberikan suara menentang Joe Biden dan menuntut peninjauan hasil pemilihan. Namun, kekuatan ini tidak cukup untuk Partai Republik, karena DPR dikendalikan oleh Partai Demokrat. Dengan demikian, blok tersebut bahkan tidak akan mencapai Senat. Namun, di Senat, tidak ada hal berharga bagi Trump dan perusahaannya yang akan bersinar. Untuk keputusan penting dan menentukan seperti memblokir peralihan kekuasaan, mengingat fakta bahwa Trump belum memberikan bukti pelanggaran pemilu, setidaknya 2/3 dari Senat harus memilih "ya". Tidak ada mayoritas sederhana. Di Senat, Partai Republik memiliki keunggulan, tetapi minimal. Tidak mungkin membayangkan bahwa salah satu Demokrat akan memilih "untuk" proposal ini. Jadi semua aktivitas Trump sekarang tidak lebih dari mengacungkan tinjunya setelah bertengkar. Sementara itu, "gelombang" ketiga dari "virus korona" telah dimulai di Amerika Serikat. Setiap hari, 300.000 kasus baru dicatat. Namun, pada saat yang sama, otoritas AS terus fokus pada awal prosedur vaksinasi penduduk, tetap bungkam tentang fakta bahwa dibutuhkan setidaknya satu tahun untuk memvaksinasi sekitar 300 juta orang. Dengan demikian, dolar AS, yang telah jatuh harganya dalam beberapa bulan terakhir, dapat terus berlanjut, meskipun alasannya masih sedikit. Ekonomi di Amerika Serikat sekarang lebih kuat daripada di UE dan terasa jauh lebih baik. "Coronavirus" di Eropa belum dibatalkan, hanya orang Eropa yang juga aktif melakukan "penguncian" di rumah, tidak seperti di Amerika. Kami terus percaya bahwa, dari sudut pandang fundamental, pertumbuhan dolar AS lebih logis. Tapi, dari sudut pandang teknis, kami terus memberi sinyal tren naik dan merekomendasikan trading berdasarkan tren, bukan melawannya.

Exchange Rates 06.01.2021 analysis

Volatilitas dari pasangan mata uang euro/dolar pada 6 Januari adalah 73 poin dan dicirikan sebagai "rata-rata". Dengan demikian, kami mengharapkan pasangan akan bergerak hari ini antara level 1.2227 dan 1.2373. Pembalikkan dari Heiken Ashi indikator turun akan menandakan babak baru dari pergerakan turun.

Level Support terdekat:

S1 – 1.2268

S2 – 1.2207

S3 – 1.2146

Level resistance terdekat:

R1 – 1.2329

Rekomendasi Trading:

Pasangan EUR/USD telah memulai babak baru dari pergerakan naik. Dengan demikian, hari ini, disarankan untuk menahan posisi beli dengan target dari 1,2329 dan 1.2373 selama indikator Heiken Ashi terarah naik. Disarankan untuk membuka pesanan jual baru jika pasangan ditetapkan dibawah rata-rata pergerakan dengan target dari 1.2227 dan 1.2207.

*Analisis pasar yang diposting disini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan Anda namun tidak untuk memberi instruksi trading.

Paolo Greco,
Ahli analisa
InstaForex Group © 2007-2021
Manfaat dari rekomendasi para analis saat ini
Akun trading teratas
Buka akun trading

Tinjauan analitis InstaForex akan membuat Anda menyadari sepenuhnya tren pasar! Sebagai klien InstaForex, Anda dilengkapi dengan sejumlah besar layanan gratis untuk trading yang efisien.

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.