Facebook
 
 

21.10.202003:07 Tinjauan Analisis Forex: Gambaran GBP/USD. 21 Oktober. Boris Johnson ingin mendapatkan kesepakatan perdagangan

Timeframe 4 jam

Exchange Rates 21.10.2020 analysis

Detail teknikal:

Channel regresi linear atas: arah - ke bawah.

Channel regresi linear bawah: arah - ke atas.

Moving average (20; smoothed) - sideways.

CCI: -14.9232

Pound sterling Inggris yang dipasangkan dengan mata uang AS terus diperdagangkan dalam "mode badai". Sehari kemarin, pasangan pound/dolar mengubah arahnya beberapa kali, dan tiap kali pasar merasa gelisah. Dengan demikian, berdasarkan hasil sehari kemarin, tidak ada kesimpulan yang dapat ditarik kecuali bahwa pergerakan "swing" berlanjut, tren tetap nihil dan sangat sulit untuk trading pasangan ini sekarang. Oleh karena itu, kami sarankan anda trading pasangan ini dengan hati-hati saat ini. Kami telah berulang kali menulis bahwa latar belakang fundamental untuk pasangan GBP/USD sangatlah kompleks dan multisegi. Posisi pound Inggris di bawah tekanan dari Brexit, yang akan terjadi dalam 10 oekan, minimnya kesepakatan dengan Uni Eropa, kemungkinan besar tidak adanya kesepakatan perdagangan dengan AS, serta banyak momen "menyenangkan" sehubungan dengan "perceraian" dengan UE. Posisi mata uang AS di bawah tekanan dari pilpres AS mendatang dan ketidakpastian yang terhubung dengan masa depan Amerika dan ekonominya. Selain itu, Demokrat dan Republik masih belum berhasil menyepakati paket bantuan ekonomi yang baru, dengan begitu ekonomi tidak menerima insentif dan dapat mulai melambat kembali.

Sementara itu, negosiasi Brexit pada akhirnya dapat gagal dalam waktu dekat. Kedua belah pihak tidak melihat adanya kemajuan dalam negosiasi dan juga terus menuduh pihak lawan tidak bersedia untuk mengalah. London, contohnya, percaya bahwa Uni Eropa tidak siap berkompromi dan melihat bahwa sia-sia untuk melanjutkan negosiasi. "Sia-sia kita melanjutkan proses negosiasi selama UE tetap pada posisi saat ini. Negosiasi seperti itu tidak akan menghasilkan apapun dan tidak akan membawa kita lebih dekat ke solusi yang dapat diupayakan," kata Michael Gove. Tapi Michel Barnier, yang bertanggung jawab untuk negosiasi dari pihak UE, meyakini bahwa kedua belah pihak perlu meningkatkan negosiasi. Namun, kita telah mendengar dan melihat pernyataan-pernyataan indah seperti ini lebih dari satu kali. Atau lebih dari belasan kali. Faktanya adalah tidak ada yang mau mengalah, tapi tidak ada yang mau mengakhiri "perceraian" tanpa "kesepakatan". Dengan demikian, kedua belah pihak berpura-pura bahwa mereka siap untuk Brexit "keras", tapi pada waktu yang sama negosiasi berlanjut, tenggat waktu ditunda. Baik London dan Brussels telah berulang kali menyatakan bahwa mereka telah mulai menyiapkan wilayah mereka untuk rezim "tanpa kesepakatan".

Namun, ini sepertinya telah diperkirakan sejak awal negosiasi dimulai. Posisi "cerdas" Boris Johnson adalah ia ingin mendapatkan perjanjian dengan UE dalam 6 bulan negosiasi, dengan versi London dan tidak memenuhi persyaratan apapun dari UE. Kenyataan bahwa versi perjanjian "Kanada" dibahas selama 7 tahun, Johnson tidak peduli. Ia menolak untuk memperpanjang "masa transisi" dan sekarang memetik keuntungan dari kebijakan asingnya yang "jenius". Apapun yang dikatakan orang, ekonomi Inggris-lah yang akan paling menderita akibat minimnya perjanjian perdagangan bebas. Ini masuk akal karena Inggris menikmati pasar Eropa yang sangat besar yang terdiri dari ratusan juta konsumen. Tapi, Inggris akan berhenti memiliki keistimewaan bebas pajak dan tanpa batasan mulai 1 Januari 2021. Uni Eropa akan kehilangan hanya 66 juta konsumen. Selain itu, akan ada permasalahan keuangan dan logistik. Pertama, banyak kelompok barang yang akan ditransportasikan melintasi perbatasan Inggris-Eropa yang mungkin akan mengalami kekurangan pasokan atau kenaikan harga yang besar. Kedua, jumlah truk yang akan dikirimkan dari Eropa ke Inggris dan sebaliknya tidak akan naik, tapi waktu yang dihabiskan untuk inspeksi kargo akan naik, yang akan menyebabkan kemacetan parah di pelabuhan dan jalan-jalan yang mengarah ke mereka. Pada rata-ratanya, tiap truk akan menghabiskan waktu beberapa hari untuk antri melintasi perbatasan.

Selain itu, jangan lupa mengenai "persoalan Skotlandia". Kami telah berulang kali melaporkan bahwa Nicola Sturgeon tidak akan menyerah dan membiarkan isu referendum kemerdekaan yang baru semakin liar. Jadi, kemungkinan selama beberapa tahun mendatang, Britania juga dapat kehilangan Skotlandia. Inggris sendiri telah memiliki banyak masalah. Dan akan ada lebih banyak. Inggris dan pemerintahannya ingin menyingkirkan kebergantungan pada UE dan perdagangan seperti yang mereka mau dengan seluruh dunia, tapi sejauh ini Inggris bergerak dengan kecepatan penuh menuju jurang keuangannya. Dan situasi ini semakin diperburuk oleh epidemi virus corona, yang terus memperoleh momentum di Inggris. Tidak perlu dikatakan lagi bahwa semakin kuat gelombang pandemi kedua di Inggris, maka ekonomi Inggris akan semakin menyusut dan semakin besar kekecewaan warga Inggris dengan kebijakan Boris Johnson. Dengan demikian, isu pengunduran diri Boris Johnson dapat menjadi agenda di tahun depan dan para anggota partainya dapat memulainya. Semua ini berpotensi menjadi tumpukan permasalahan baru untuk Inggris. Akibatnya, pound Inggris akan hidup tanpa bantuan fundamental.

Dalam waktu dekat, trading ke berbagai arah kemungkinan akan berlanjut. Oleh karena itu, trader perlu memahami dengan jelas gambaran situasi saat ini sebelum membuka transaksi apapun. Sedangkan untuk kenyamanan, sekarang bukanlah opsi terburuk untuk menolak memasuki pasar sebelum memulai trading yang tenang dan terukur.

Exchange Rates 21.10.2020 analysis

Rata-rata volatilitas GBP/USD saat ini 128 poin per hari. Untuk pasangan pound/dolar, angka ini "tinggi". Pada Rabu, 21 Oktober, oleh karena itu, kami mengharapkan pergerakan di dalam channel, yang dibatasi oleh level 1.2815 dan 1.3071. Reversal indikator Heiken Ashi ke top mensinyalkan babak baru pergerakan kenaikan.

Level support terdekat:

S1 – 1.2939

S2 – 1.2909

S3 – 1.2878

Level resistance terdekat:

R1 – 1.2970

R2 – 1.3000

R3 – 1.3031

Rekomendasi trading:

Pasangan GBP/USD memulai babak baru penurunan pada timeframe 4 jam. Dengan demikian, hari ini disarankan untuk trading lebih rendah dengan target 1.2909, 1.2878 dan 1.2848 hingga indikator Heiken Ashi berbalik naik. Disarankan untuk trading pasangan ini untuk kenaikan dengan target di 1.3000, 1.3031, dan 1.3062 jika harga kembali ke area di atas garis moving average.

*Analisis pasar yang diposting disini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan Anda namun tidak untuk memberi instruksi trading.

Paolo Greco,
Ahli analisa
InstaForex Group © 2007-2021
Manfaat dari rekomendasi para analis saat ini
Akun trading teratas
Buka akun trading

Tinjauan analitis InstaForex akan membuat Anda menyadari sepenuhnya tren pasar! Sebagai klien InstaForex, Anda dilengkapi dengan sejumlah besar layanan gratis untuk trading yang efisien.

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.